Image by FlamingText.com

Jumat, 10 Agustus 2012




CIANJUR, KOMPAS.com — Pertanian kerap menjadi jurusan dalam ilmu pendidikan yang kurang populer di mata remaja masa kini, berbeda dengan ilmu komputer yang banyak digandrungi. Padahal, lulusan ilmu pertanian justru banyak dicari di pasar tenaga kerja, seperti yang terjadi pada para lulusan Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura di SMKN 1 Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (13/3/2012).
Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultra di SMKN 1 Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, misalnya, kini mendapat saingan baru. SMKN I membuka Jurusan Teknologi Komputer Jaringan. Siswa baru berbondong-bondong mendaftar ke jurusan baru ini, tetapi para tenaga pengajar di sekolah tersebut mengatakan bahwa sebenarnya pasar tenaga kerja tetap lebih mudah menyerap lulusan agribisnis.
”Tahun lalu lulusan jurusan Agribisnis di sekolah ini semua langsung terserap. Kira-kira ada 100 lebih siswa. Sebagian membuka usaha sendiri dengan modal dari orangtua, sebagian langsung kerja di perusahaan,” kata Nandang Jauharudin, Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Pacet.
Menurut Nandang, saat ini sejumlah perusahaan bahkan datang langsung ke sekolah untuk melakukan rekrutmen. Kadang jumlah siswa yang ada justru kurang untuk memenuhi kebutuhan pasar.
”Perusahaan-perusahaan mencari. Bahkan murid yang sudah lulus lalu merasa tidak cocok dengan pekerjaannya, lalu keluar, akan datang kembali ke sekolah untuk mencari lowongan baru,” lanjut Nandang.
Jurusan Agribisnis ini diakui Nandang sangat mudah mendapat pekerjaan. Tidak dapat pun, dapat langsung bekerja mandiri. Mereka juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau bahkan magang ke luar negeri. Namun, memang jumlah murid yang masuk ke jurusan ini saat ini kalah banyak dari jurusan baru, yaitu Jurusan Komputer Jaringan.
”Mungkin banyak yang berpikir belajar pertanian itu capek, mesti mencangkul misalnya sehingga lebih banyak yang mendaftar di Jurusan Komputer Jaringan. Namun lebih sulit menyalurkan tenaga lulusan jurusan itu. Mungkin karena pasar tenaga kerja di bidang komputer telah ramai,” kata Nandang.
Ahmad Fauzi (18), yang saat ini telah duduk di kelas 12, bercita-cita di masa depan bisa mempunyai usaha Agribisnis terpadu mulai dari produksi hingga pengolahan pascapanen. Remaja asal Cibodas ini awalnya dimasukkan oleh kedua orangtuanya yang petani ke SMKN 1 Pacet dengan harapan mendapat masa depan yang lebih baik dari orangtuanya.
”Dulu saya tidak terpikir akan bercita-cita di bidang agribisnis. Pikiran saya dulu ingin jadi ahli komputer. Kelihatannya orang duduk di depan komputer itu keren. Sekarang sejak sekolah di jurusan ini, saya tidak lagi berminat di ilmu komputer,” kata Ahmad yang ingin melanjutkan sekolahnya hingga tingkat perguruan tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar